Minggu, 03 Desember 2017

10 Alat Musik Tradisional Kalimantan Barat yang Bersejarah

Karena Kalimantan Barat memiliki banyak suku bangsa. Bahkan dari suku-suku tersebut ada yang memiliki rumpun atau sub-sub dari suku tersebut.
Contoh suku yang menghuni Kalimantan Barat adalah suku Daya, suku Melayu, suku Jawa, suku Banjar, suku Bugis, suku Iban, suku Bidayuh, suku Mualang, suku Cenunang, suku Cempedak dan masih banyak lagi.
Selain banyak suku yang mendiami Kalimantan Barat. Di Kalimantan Barat juga memiliki banyak sungai-sungai, sehingga Provinsi ini memiliki julukan Provinsi Seribu Sungai. Bahkan sampai saat ini banyak sungai-sungai besar di Kalimantan Barat dimanfaatkan sebagai jalur transportasi utama.
Meskipun demikian, sarana transportasi darat ada juga yang menghubungkan sebagian besar kecamatan di Kalimantan Barat. Termamsuk daerah yang berbatasan langsung dengan negara Sarawak Malaysia.
Provinsi ini juga memiliki alat musik tradisional yang menjadi ciri khasnya, yaitu alat musik tradisional kalimantan Barat. Selain menjadi penuntun lagu tradisional Kalimantan Barat, alat musik ini juga warisan budaya yang harus tetap kita jaga. Berikut daftar alat musik tradisional kalimantan Barat:

1. Alat Musik Tradisional Kalimantan Barat – Sapek

alat musik tradisional kalimantan barat
tamanmini.com
Sapek adalah alat musik dawai dari suku Dayak, sapek memiliki nama lain, yaitu sampek atau sampiq. Suku Dayak di Kalimantan, baik dari negara Indonesia, Malaysia, maupun Brunei sudah mengenal alat musik ini.
Dari banyaknya sub suku Dayak, sapek paling banyak ditemui di suku Dayak Kayaan dan Kenyah. Alat musik tradisional Kalimantan Barat ini tampak seperti gitar, dengan tubuh panjang dan bagian leher yang sangat pendek.
Namun alat ini sangat berbeda dengan gitar, fret (batas nada, dalam istilah suku Dayak disebut lasar) yang biasanya memiliki jumlah belasan, disepak hanya memiliki 2-3 fret saja. Bahkan terkadang tidak ada sama sekali yang terletak dibagian leher, hampir seluruh fret terpasang pada bagian tubuh.
Keunikan lainnya dari alat musik tradisional Kalimantan Barat ini adalah fret-fret tersebut bisa digeser atau dipindah-pindah. Karena memang fret tersebut tidak ditanam secara permanen seperti gitar, melainkan ditempel menggunakan lem yang sangat kental dan tidak pernah mengering. Dengan cara pemindahan fret itulah susunan nada sapek dapat berganti-ganti.
Jika anda cermati struktur alat musik sapek ini, sapek merupakan jenis lut-siter. Yaitu campuran antara lut (berleher, kawat terbentang melebihi ukuran tubuh) dan siter (bentangan kawat di tubuh).
Bahkan untuk sapek yang seluruh fretnya berada pada bagian tubuh. Semuanya hanya berupa sambungan antara tubuh dan kepala (tempat di mana pengencang dawai menancap).
Hiasan dibagian kepala dan pangkal sapek biasanya berbentuk hewan mitologis Kalimantan. Biasanya hal ini dianggap mempunyai kekuatan untuk menaklukan unsur sihir yang akan mengganggu. Jenis hewan mitologis yang paling sering diukir adalah burung enggang.
Sapek biasa dimainkan sebagai alat musik instrumen atau juga untuk iringan tari-tari tradisional kalimantan. Sapek adalah salah satu alat musik tradisional Kalimantan Barat yang spesial. Walaupun banyak orang yang bisa memainkan alat musik ini. Namun, para pemain yang memiliki teknik khusus hanya sedikit.

2. Alat Musik Tradisional Kalimantan Barat – Agukng

alat musik tradisional kalimantan barat
wikipedia.org
Agunkng adalah alat musik tradisional Kalimantan Barat yang mirip dengan gong. Alat musik yang dimainkan dengan cara ditabuh dengan stik kayu ini merupakan salah satu alat musik yang sering dianggap sakral.
Agukng dapat Anda temui hampir diseluruh sub suku Dayak. Intrumen ini dipercaya oleh suku Dayak dapat mengusir roh-roh jahat dan mendatangkan roh para leluhur. Hal ini disebabkan oleh suara Agukng adalah bunyi yang agung untuk menyamput kedatangan roh.
Agunkng termasuk kedalam jenis instrumen perkusi yang terbuat dari logam. Intrumen ini digunakan untuk menamakan instrumen perunggu dengan pencon di tengahnya.
Intrumen ini terbagi menjadi 8 jenis instrumen. Yaitu: Kakanong, Kampo, Kanayatn, Katukekng, Katukong, Katuku, Agukng dan Wayakng. Diantara 8 instrumen tersebut, yang biasa di gunakan hanya 3 jenis, yaitu Agukng, Katuku dan Katukeng.
Nada yang dihasilkan Agukng ada 5 nada (sol) rendah, Katukeng bernada 3 (mi) dan Katuku bernada 1 (do). Intrumen ini merupakan intrumen kolotomis, atau instrumen sebagai penyekat nada yang dimainkan pada setiap birama.
Agukng juga merupakan alat musik tradisional Kalimantan Barat yang multifungsi. Selain sebagai alat musik, Agukng juga bisa menjadi mas kawin, sebagai dudukan simbol semangat ketika pernikahan. Maupun sebagai alat pembayaran dalam hukum adat di Kalimantan Barat.

3. Alat Musik Tradisional Kalimantan Barat – Kangkuang

Kangkuan merupakan alat musik tradisional Kalimantan Barat yang dimainkan dengan cara ditabuh. Alat musik ini terbuat dari kayu yang diukir sedemikian rupa sehingga terlihat ukiran khas Kalimantan.
Kangkuang pada umumnya dibuat oleh masyarakat suku Dayak Banuaka di daerah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

4. Alat Musik Tradisional Kalimantan Barat – Keledik

alat musik tradisional kalimantan barat
semuatentangprovinsi.blogspot.co.id
Keledik merupakan alat musik yang terbuat dari bambu, benang dan buah labu. Keledi atau organ mulut dibuat dari buah yang yang sudah berusia 5-6 bulan.
Cara membuatnya yaitu isi buah labu ini dikeluarkan. lalu labu yang sudah tidak berisi direndam selama satu bulan, kemudian setelah direndam labu dikeringkan. Buah labu yang sudah kering dan batang bambu disatukan dengan menggunakan perekat dari sarang kelulut (lebah hutan berukuran kecil).
Alat musik tradisional Kalimantan Barat ini menghasilkan nada pentonik. Cara memainkan alat musik ini dihisap dan ditiup. Oleh masyarakat Rumpun Uut Danum, alat ini juga biasa dikenal dengan nama Korondek. Ada juga beberapa masyarakat suku Dayak yang menyebut alat ini dengan nama Kedire atau Kadire.
Keledik biasa dimainkan untuk mengiringi nyanyian tradisional, tarian-tarian tradisional, teater tutur (berupa syair nyanyian yang berisi nasihat dan petuah) dan saat upacara adat suku Dayak.

5. Alat Musik Tradisional Kalimantan Barat – Entebong

alat musik tradisional kalimantan barat
wikipedia.org
Entebong adalah alat musik tradisional Kalimantan Barat yang terbuat dari kayu dan kulit binatang. Bentuk entebong mirip dengan kendang atau gendang, karena bentuknya yang mirip. Cara memainkan alat musik ini juga sama, yaitu dengan cara ditabuh.
Alat musik ini bisa Anda temui di Kabupaten Sekadau, alat ini buatan suku Dayak Mualang yang tinggal di daerah sekitar.

6. Alat Musik Tradisional Kalimantan Barat – Terah Umat

Umat dalam bahasa Kalimantan memiliki arti besi, sesuai namanya, terah umat terbuat dari besi. Terah umat merupakan alat musik ketuk seperti pada alat musik gamelan dari Jawa. Alat musik ini dibuat oleh suku Dayak Uut Danum.

7. Alat Musik Tradisional Kalimantan Barat – Balikan

alat musik tradisional kalimantan barat
ethnic-ina.com
Balikan atau Kuranting adalah alat musik petik sejenis dengan alat musik Sapek. Alat musik tradisional Kalimantan Barat dibuat oleh suku Dayak yang tinggal di daerah Kapuas Hulu.

8. Alat Musik Tradisional Kalimantan Barat – Kollatung

alat musik tradisional kalimantan barat
puriandik1993.blogspot.co.id
Kollatung adalah alat musik yang terbuat dari bahan tembaga kuningan. Alat ini juga seperti Agukng yang memiliki fungsi selain menjadi alat musik. Yaitu menjadi mas kawin dalam pernikahan, atau dapat digunakan sebagai alat pembayaran dalam hukum adat suku Dayak.

9. Alat Musik Tradisional Kalimantan Barat – Rabab

alat musik tradisional kalimantan barat
pinterest.com
Rabab atau yang biasa dipanggil rebab adalah alat musik tradisional Kalimantan Barat yang cara memainkannya dengan digesek. Alat musik ini dibuat oleh suku Dayak Uut Danum.

10. Alat Musik Tradisional Kalimantan Barat – Tawaq


Tawaq adalah alat musik sejenis kempul yang biasa digunakan untuk mengiringi tarian tradisional suku Dayak. Suku Dayak Uut Danum menyebut alat musik ini dengan nama Kotavak.
Meski zaman terus berkembang, warisan sejarah Indonesia harus terus dilestarikan. salah satunya adalah alat musik tradisional Kalimantan Barat. Dengan ikut membantu melestarikan warisan sejarah Indonesia, itu menjadi salah satu bukti bentuk cinta kita kepada negara ini.
Alat musik tradisional Kalimantan Barat yang ada saat ini tidak ternilai harganya jika dibandingkan dengan materi lain, karena ini merupakan warisan budaya. Semoga dengan dibuatnya artikel ini dapat membantu melestarikan alat musik tradisional Indonesia tercinta.


Bukit Kelam merupakan salah satu obyek wisata alam yang eksotis di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Indonesia. Bukit yang telah menjadi Kawasan Hutan Wisata ini memiliki panorama alam yang memesona, yaitu berupa pemandangan air terjun, gua alam yang dihuni oleh ribuan kelelawar, dan sebuah tebing terjal setinggi kurang lebih 600 meter yang ditumbuhi pepohonan di kaki dan puncaknya. Dibalik pesona dan eksotisme Bukit Kelam, tersimpan sebuah cerita yang cukup menarik. Konon, Bukit Kelam dulunya merupakan sebuah rantau.[1] Namun, karena terjadi suatu peristiwa, maka kemudian rantau itu menjelma menjadi Bukit Kelam. Bagaimana kisahnya sehingga rantau itu menjelma menjadi bukit yang indah dan memesona? Kisahnya dapat Anda ikuti dalam cerita Legenda Bukit Kelam berikut ini.

* * *

Alkisah, di Negeri Sintang, Kalimantan Barat, Indonesia, hiduplah dua orang pemimpin dari keturunan dewa yang memiliki kesaktian tinggi, namun keduanya memiliki sifat yang berbeda. Yang pertama bernama Sebeji atau dikenal dengan Bujang Beji. Ia memiliki sifat suka merusak, pendengki dan serakah. Tidak seorang pun yang boleh memiliki ilmu, apalagi melebihi kesaktiannya. Oleh karena itu, ia kurang disukai oleh masyarakat sekitar, sehingga sedikit pengikutnya. Sementara seorang lainnya bernama Temenggung Marubai. Sifatnya justru kebalikan dari sifat Bujang Beji. Ia memiliki sifat suka menolong, berhati mulia, dan rendah hati. Kedua pemimpin tersebut bermata pencaharian utama menangkap ikan, di samping juga berladang dan berkebun.

Bujang Beji beserta pengikutnya menguasai sungai di Simpang Kapuas, sedangkan Temenggung Marubai menguasai sungai di Simpang Melawi. Ikan di sungai Simpang Melawi beraneka ragam jenis dan jumlahnya lebih banyak dibandingkan sungai di Simpang Kapuas. Tidak heran jika setiap hari Temenggung Marubai selalu mendapat hasil tangkapan yang lebih banyak dibandingkan dengan Bujang Beji.

Temenggung Marubai menangkap ikan di sungai Simpang Melawi dengan menggunakan bubu (perangkap ikan) raksasa dari batang bambu dan menutup sebagian arus sungai dengan batu-batu, sehingga dengan mudah ikan-ikan terperangkap masuk ke dalam bubunya. Ikan-ikan tersebut kemudian dipilihnya, hanya ikan besar saja yang diambil, sedangkan ikan-ikan yang masih kecil dilepaskannya kembali ke dalam sungai sampai ikan tersebut menjadi besar untuk ditangkap kembali. Dengan cara demikian, ikan-ikan di sungai di Simpang Melawi tidak akan pernah habis dan terus berkembang biak.

Mengetahui hal tersebut, Bujang Beji pun menjadi iri hati terhadap Temenggung Marubai. Oleh karena tidak mau kalah, Bujang Beji pun pergi menangkap ikan di sungai di Simpang Kapuas dengan cara menuba[2]. Dengan cara itu, ia pun mendapatkan hasil tangkapan yang lebih banyak. Pada awalnya, ikan yang diperoleh Bujang Beji dapat melebihi hasil tangkapan Temenggung Marubai. Namun, ia tidak menyadari bahwa menangkap ikan dengan cara menuba lambat laun akan memusnahkan ikan di sungai Simpang Kapuas, karena tidak hanya ikan besar saja yang tertangkap, tetapi ikan kecil juga ikut mati. Akibatnya, semakin hari hasil tangkapannya pun semakin sedikit, sedangkan Temenggung Marubai tetap memperoleh hasil tangkapan yang melimpah. Hal itu membuat Bujang Beji semakin dengki dan iri hati kepada Temenggung Marubai.

”Wah, gawat jika keadaan ini terus dibiarkan!” gumam Bujang Beji dengan geram.

Sejenak ia merenung untuk mencari cara agar ikan-ikan yang ada di kawasan Sungai Melawi habis. Setelah beberapa lama berpikir, ia pun menemukan sebuah cara yang paling baik, yakni menutup aliran Sungai Melawi dengan batu besar pada hulu Sungai Melawi. Dengan demikian, Sungai Melawi akan terbendung dan ikan-ikan akan menetap di hulu sungai.

Setelah memikirkan masak-masak, Bujang Beji pun memutuskan untuk mengangkat puncak Bukit Batu di Nanga Silat, Kabupaten Kapuas Hulu. Dengan kesaktiannya yang tinggi, ia pun memikul puncak Bukit Batu yang besar itu. Oleh karena jarak antara Bukit Batu dengan hulu Sungai Melawi cukup jauh, ia mengikat puncak bukit itu dengan tujuh lembar daun ilalang.

Di tengah perjalanan menuju hulu Sungai Melawi, tiba-tiba Bujang Beji mendengar suara perempuan sedang menertawakannya. Rupanya, tanpa disadari, dewi-dewi di Kayangan telah mengawasi tingkah lakunya. Saat akan sampai di persimpangan Kapuas-Melawi, ia menoleh ke atas. Namun, belum sempat melihat wajah dewi-dewi yang sedang menertawakannya, tiba-tiba kakinya menginjak duri yang beracun.

”Aduuuhhh... !” jerit Bujang Beji sambil berjingkrat-jingkrat menahan rasa sakit.

Seketika itu pula tujuh lembar daun ilalang yang digunakan untuk mengikat puncak bukit terputus. Akibatnya, puncak bukit batu terjatuh dan tenggelam di sebuah rantau yang disebut Jetak. Dengan geram, Bujang Beji segera menatap wajah dewi-dewi yang masih menertawakannya.

”Awas, kalian! Tunggu saja pembalasanku!” gertak Bujang Beji kepada dewi-dewi tersebut sambil menghentakkan kakinya yang terkena duri beracun ke salah satu bukit di sekitarnya.

”Enyahlah kau duri brengsek!” seru Bujang Beji dengan perasaan marah.

Setelah itu, ia segera mengangkat sebuah bukit yang bentuknya memanjang untuk digunakan mencongkel puncak Bukit Batu yang terbenam di rantau (Jetak) itu. Namun, Bukit Batu itu sudah melekat pada Jetak, sehingga bukit panjang yang digunakan mencongkel itu patah menjadi dua. Akhirnya, Bujang Beji gagal memindahkan puncak Bukit Batu dari Nanga Silat untuk menutup hulu Sungai Melawi. Ia sangat marah dan berniat untuk membalas dendam kepada dewi-dewi yang telah menertawakannya itu.

Bujang Beji kemudian menanam pohon kumpang mambu[3] yang akan digunakan sebagai jalan untuk mencapai Kayangan dan membinasakan para dewi yang telah menggagalkan rencananya itu. Dalam waktu beberapa hari, pohon itu tumbuh dengan subur dan tinggi menjulang ke angkasa. Puncaknya tidak tampak jika dipandang dengan mata kepala dari bawah.

Sebelum memanjat pohon kumpang mambu, Bujang Keji melakukan upacara sesajian adat yang disebut dengan Bedarak Begelak, yaitu memberikan makan kepada seluruh binatang dan roh jahat di sekitarnya agar tidak menghalangi niatnya dan berharap dapat membantunya sampai ke kayangan untuk membinasakan dewi-dewi tersebut.

Namun, dalam upacara tersebut ada beberapa binatang yang terlupakan oleh Bujang Beji, sehingga tidak dapat menikmati sesajiannya. Binatang itu adalah kawanan sampok (Rayap) dan beruang. Mereka sangat marah dan murka, karena merasa diremehkan oleh Bujang Beji. Mereka kemudian bermusyawarah untuk mufakat bagaimana cara menggagalkan niat Bujang Beji agar tidak mencapai kayangan.

”Apa yang harus kita lakukan, Raja Beruang?” tanya Raja Sampok kepada Raja Beruang dalam pertemuan itu.

”Kita robohkan pohon kumpang mambu itu,” jawab Raja Beruang.

”Bagaimana caranya?” tanya Raja Sampok penasaran.

”Kita beramai-ramai menggerogoti akar pohon itu ketika Bujang Beji sedang memanjatnya,” jelas Raja Beruang.

Seluruh peserta rapat, baik dari pihak sampok maupun beruang, setuju dengan pendapat Raja Beruang.

Keesokan harinya, ketika Bujang Beji memanjat pohon itu, mereka pun berdatangan menggerogoti akar pohon itu. Oleh karena jumlah mereka sangat banyak, pohon kumpang mambu yang besar dan tinggi itu pun mulai goyah. Pada saat Bujang Beji akan mencapai kayangan, tiba-tiba terdengar suara keras yang teramat dahsyat.

”Kretak... Kretak... Kretak... !!!”

Beberapa saat kemudian, pohon Kumpang Mambu setinggi langit itu pun roboh bersama dengan Bujang Beji.

”Tolooong... ! Tolooong.... !” terdengar suara Bujang Beji menjerit meminta tolong.

Pohon tinggi itu terhempas di hulu sungai Kapuas Hulu, tepatnya di Danau Luar dan Danau Belidak. Bujang Beji yang ikut terhempas bersama pohon itu mati seketika. Maka gagallah usaha Bujang Beji membinasakan dewi-dewi di kayangan, sedangkan Temenggung Marubai terhindar dari bencana yang telah direncanakan oleh Bujang Beji.

Menurut cerita, tubuh Bujang Beji dibagi-bagi oleh masyarakat di sekitarnya untuk dijadikan jimat kesaktian. Sementara puncak bukit Nanga Silat yang terlepas dari pikulan Bujang Beji menjelma menjadi Bukit Kelam. Patahan bukit yang berbentuk panjang yang digunakan Bujang Beji untuk mencongkelnya menjelma menjadi Bukit Liut. Adapun bukit yang menjadi tempat pelampiasan Bujang Beji saat menginjak duri beracun, diberi nama Bukit Rentap.

* * *

Demikian cerita Legenda Bukit Kelam dari daerah Kalimantan Barat, Indonesia. Cerita di atas termasuk dalam cerita teladan yang mengandung pesan-pesan moral. Sedikitnya ada dua pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas, yaitu akibat yang ditimbulkan dari sikap iri hati dan tamak, dan keutamaan sifat suka bermusyawarah untuk mufakat. Sifat iri hati dan tamak tercermin pada sifat dan perilaku Bujang Beji yang hendak menguasai ikan milik Temenggung Marubai yang ada di Sungai Melawi. Dari sini dapat diambil sebuah pelajaran, bahwa sifat tamak dan serakah dapat menyebabkan seseorang menjadi iri dan dengki. Sifat ini tidak patut dijadikan sebagai suri teladan dalam kehidupan sehari-hari. Dikatakan dalam tunjuk ajar Melayu:
kalau orang tak tahu diri,
seumur hidup iri mengiri
apa tanda orang serakah,
berebut harta terbuan tuah

Sementara sifat suka bermusyawarah untuk mufakat terlihat pada perilaku kawanan sampok dan beruang yang berusaha untuk menggagalkan rencana jelek Bujang Beji yang hendak membinasakan dewi-dewi di kayangan. Menurut Tenas Effendy, melalui musyawarah dan mufakat, tunjuk ajar dapat dikembangkan dengan pikiran, ide, atau gagasan yang dapat disalurkan. Dalam ungkapan Melayu dikatakan:

di dalam musyawarah,
buruk baiknya akan terdedah
di dalam mufakat,
berat ringan sama diangkat



Karate

Karate
(空手)
Karatedo.svg
Hanashiro Chomo.jpg
Hanashiro Chomo
Juga dikenal sebagai Karate-dō (空手道)
Fokus Striking
Kekerasan Kontak penuh
Negara asal Bendera Jepang Japan (Ryukyu Islands dan Seni bela diri Cina kenpō dan kemudian dikembangkan di Jepang)
Pencipta Sakukawa Kanga; Matsumura Sokon; Itosu Anko; Gichin Funakoshi
Orang tua seni bela diri China, Seni bela diri asli dari Ryukyu Islands (Naha-te, Shuri-te, Tomari-te)
Olahraga olimpik Tidak
Karate (空 手 道) adalah seni bela diri yang berasal dari Jepang. Seni bela diri ini sedikit dipengaruhi oleh Seni bela diri Cina kenpō. Karate dibawa masuk ke Jepang lewat Okinawa dan mulai berkembang di Ryukyu Islands. Seni bela diri ini pertama kali disebut "Tote” yang berarti seperti “Tangan China”. Ketika karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah kanji Okinawa (Tote: Tangan China) dalam kanji Jepang menjadi ‘karate’ (Tangan Kosong) agar lebih mudah diterima oleh masyarakat Jepang. Karate terdiri dari atas dua kanji. Yang pertama adalah ‘Kara’ 空 dan berarti ‘kosong’. Dan yang kedua, ‘te’ 手, berarti ‘tangan'. Yang dua kanji bersama artinya “tangan kosong” 空手 (pinyin: kongshou).
Menurut Zen-Nippon Karatedo Renmei/Japan Karatedo Federation (JKF) dan World Karatedo Federation (WKF), yang dianggap sebagai gaya karate yang utama yaitu:
  1. Shotokan
  2. Goju-Ryu
  3. Shito-Ryu
  4. Wado-Ryu
Keempat aliran tersebut diakui sebagai gaya Karate yang utama karena turut serta dalam pembentukan JKF dan WKF.
Namun gaya karate yang terkemuka di dunia bukan hanya empat gaya di atas itu saja. Beberapa aliran besar seperti Kyokushin , Shorin-ryu dan Uechi-ryu tersebar luas ke berbagai negara di dunia dan dikenal sebagai aliran Karate yang termasyhur, walaupun tidak termasuk dalam "4 besar WKF".
Di negara Jepang, organisasi yang mewadahi olahraga Karate seluruh Jepang adalah JKF. Adapun organisasi yang mewadahi Karate seluruh dunia adalah WKF (dulu dikenal dengan nama WUKO - World Union of Karatedo Organizations). Ada pula ITKF (International Traditional Karate Federation) yang mewadahi karate tradisional. Adapun fungsi dari JKF dan WKF adalah terutama untuk meneguhkan Karate yang bersifat "tanpa kontak langsung", berbeda dengan aliran Kyokushin atau Daidojuku yang "kontak langsung".
Latihan dasar karate terbagi tiga seperti berikut:
  1. Kihon
  2. Kata, yaitu latihan jurus atau bunga karate.
  3. Kumite, yaitu latihan tanding atau sparring.
Pada zaman sekarang karate juga dapat dibagi menjadi aliran tradisional dan aliran olah raga. Aliran tradisional lebih menekankan aspek bela diri dan teknik tempur sementara aliran olah raga lebih menumpukan teknik-teknik untuk pertandingan olah raga.

Daftar isi

  • 1 Tingkatan / posisi dalam Karate
  • 2 Teknik Karate
    • 2.1 Kihon
    • 2.2 Kata
    • 2.3 Kumite
  • 3 Pertandingan Karate
    • 3.1 Kumite
    • 3.2 Kata
    • 3.3 Luas lapangan
  • 4 Peralatan dalam pertandingan karate
  • 5 Falsafah Karate
  • 6 Aliran Karate
  • 7 Shotokan
  • 8 Goju-ryu
  • 9 Shito-ryu
  • 10 Wado-ryu
  • 11 Kyokushin
  • 12 Shorin-ryu
  • 13 Uechi-ryu
  • 14 Lihat pula
  • 15 Pranala luar

Tingkatan / posisi dalam Karate

Tingkat/posisi dalam karate itu di bedakan lewat kemampuan dalam menghafal atau melakukan gerak yang maximal dalam jurus tersebut. Maksudnya tingkatan dibedakan oleh sabuk. Untuk mendapatkan tingkatan/posisi tersebut, kita di haruskan mengikutkan sesi ujian sabuk. Yang berlangsung setiap 4 bulan sekali. Untuk tingkat ini terbagi menjadi menjadi:
  1. Sabuk putih
  2. Sabuk kuning
  3. Sabuk Orange
  4. Sabuk hijau
  5. Sabuk biru
  6. Sabuk coklat
  7. Sabuk hitam

Teknik Karate

Teknik Karate terbagi menjadi tiga bagian utama : Kihon (teknik dasar), Kata (jurus) dan Kumite (pertarungan). Murid tingkat lanjut juga diajarkan untuk menggunakan senjata seperti tongkat (bo) dan ruyung (nunchaku).

Kihon

Kihon (基本:きほん, Kihon?) secara harfiah berarti dasar atau fondasi. Praktisi Karate harus menguasai Kihon dengan baik sebelum mempelajari Kata dan Kumite.
Pelatihan Kihon dimulai dari mempelajari pukulan dan tendangan (sabuk putih) dan bantingan (sabuk coklat). Pada tahap dan atau Sabuk Hitam, siswa dianggap sudah menguasai seluruh kihon dengan baik.

Kata

Kata (型:かた) secara harfiah berarti bentuk atau pola. Kata dalam karate tidak hanya merupakan latihan fisik atau aerobik biasa. Tapi juga mengandung pelajaran tentang prinsip bertarung. Gerakan-gerakan Kata juga banyak mengandung falsafah-falsafah hidup. Setiap Kata memiliki ritme gerakan dan pernapasan yang berbeda.
Dalam Kata ada yang dinamakan Bunkai. Bunkai adalah aplikasi yang dapat digunakan dari gerakan-gerakan dasar Kata.
Setiap aliran memiliki perbedaan gerak dan nama yang berbeda untuk tiap Kata. Sebagai contoh Kata Tekki di aliran Shotokan dikenal dengan nama Naihanchi di aliran Shito Ryu. Sebagai akibatnya Bunkai (aplikasi kata) tiap aliran juga berbeda.

Kumite

Kumite (組手:くみて) secara harfiah berarti "pertemuan tangan". Kumite dilakukan oleh murid-murid tingkat lanjut (sabuk biru atau lebih). Tetapi sekarang, ada dojo yang mengajarkan kumite pada murid tingkat pemula (sabuk kuning). Sebelum melakukan kumite bebas (jiyu Kumite) praktisi mempelajari kumite yang diatur (go hon kumite) atau (yakusoku kumite). Untuk kumite aliran olahraga, lebih dikenal dengan Kumite Shiai atau Kumite Pertandingan.
Untuk aliran Shotokan di Jepang, kumite hanya dilakukan oleh siswa yang sudah mencapai tingkat dan (sabuk hitam). Praktisi diharuskan untuk dapat menjaga pukulannya supaya tidak mencederai kawan bertanding.
Untuk aliran "kontak langsung" seperti Kyokushin, praktisi Karate sudah dibiasakan untuk melakukan kumite sejak sabuk biru strip. Praktisi Kyokushin diperkenankan untuk melancarkan tendangan dan pukulan sekuat tenaganya ke arah lawan bertanding.
Untuk aliran kombinasi seperti Wado-ryu, yang tekniknya terdiri atas kombinasi Karate dan Jujutsu, maka Kumite dibagi menjadi dua macam, yaitu Kumite untuk persiapan Shiai, yang dilatih hanya teknik-teknik yang diperbolehkan dalam pertandingan, dan Goshinjutsu Kumite atau Kumite untuk beladiri, semua teknik dipergunakan, termasuk jurus-jurus Jujutsu seperti bantingan, kuncian, dan menyerang titik vital.

Pertandingan Karate

Pertandingan karate dibagi atas tiga jenis yaitu :
  1. Kumite (perkelahian)
  2. Kata (jurus)
  3. Kihon (peragaan teknik)

Kumite

Kumite dibagi atas kumite perorangan dengan pembagian kelas berdasarkan berat badan dan kumite beregu tanpa pembagian kelas berat badan (khusus untuk putra). Sistem pertandingan yang dipakai adalah reperchance (WUKO) atau babak kesempatan kembali kepada atlet yang pernah dikalahkan oleh sang juara. Pertandingan dilakukan dalam satu babak (2-3 menit bersih) dan 1 babak perpanjangan kalau terjadi seri, kecuali dalam pertandingan beregu tidak ada waktu perpanjangan. Dan jika masih pada babak perpanjangan masih mengalami nilai seri, maka akan diadakan pemilihan karateka yang paling ofensif dan agresif sebagai pemenang.

Kata

Pada pertandingan kata yang diperagakan adalah keindahan gerak dari jurus, baik untuk putera maupun puteri. Sesuai dengan Kata pilihan atau Kata wajib dalam peraturan pertandingan.
Para peserta harus memperagakan Kata wajib. Bila lulus, peserta akan mengikuti babak selanjutnya dan dapat memperagakan Kata pilihan.
Pertandingan dibagi menjadi dua jenis: Kata perorangan dan Kata beregu. Kata beregu dilakukan oleh 3 orang. Setelah melakukan peragaan Kata , para peserta diharuskan memperagakan aplikasi dari Kata (bunkai). Kata beregu dinilai lebih prestisius karena lebih indah dan lebih susah untuk dilatih.
Menurut standar JKF dan WKF, yang diakui sebagai Kata Wajib adalah hanya 8 Kata yang berasal dari perguruan 4 Besar JKF, yaitu Shotokan, Wado-ryu, Goju-ryu and Shito-ryu, dengan perincian sebagai berikut:
  • Shotokan : Kankudai dan Jion.
  • Wado-ryu : Seishan dan Chinto.
  • Goju-ryu : Saifa dan Seipai.
  • Shito-ryu: Seienchin dan Bassaidai.
Karateka dari aliran selain 4 besar tidak dilarang untuk ikut pertandingan Kata JKF dan WKF, hanya saja mereka harus memainkan Kata sebagaimana dimainkan oleh perguruan 4 besar di atas.

Luas lapangan

  • Lantai seluas 8 x 8 meter, beralas papan atau matras di atas panggung dengan ketinggian 1 meter dan ditambah daerah pengaman berukuran 2 meter pada tiap sisi.
  • Arena pertandingan harus rata dan terhindar dari kemungkinan menimbulkan bahaya.
Pada Kumite Shiai yang biasa digunakan oleh FORKI yang mengacu peraturan dari WKF, idealnya adalah menggunakan matras dengan lebar 10 x 10 meter. Matras tersebut dibagi kedalam tiga warna yaitu putih, merah dan biru. Matras yang paling luar adalah batas jogai dimana karate-ka yang sedang bertanding tidak boleh menyentuh batas tersebut atau akan dikenakan pelanggaran. Batas yang kedua lebih dalam dari batas jogai adalah batas peringatan, sehingga karate-ka yang sedang bertanding dapat memprediksi ruang arena dia bertanding. Sisa ruang lingkup matras yang paling dalam dan paling banyak dengan warna putih adalah arena bertanding efektif.

Peralatan dalam pertandingan karate

Peralatan yang diperlukan dalam pertandingan karate
  1. Pakaian karate (karategi) untuk kontestan
  2. Pelindung tangan
  3. Pelindung tulang kering
  4. Ikat pinggang (Obi) untuk kedua kontestan berwarna merah/aka dan biru/ao
  5. Alat-alat lain yang diperbolehkan tapi bukan menjadi keharusan adalah:
    • Pelindung gusi (di beberapa pertandingan menjadi keharusan)
    • Pelindung tubuh untuk kontestan putri
    • Pelindung selangkangan untuk kontestan putra
  6. Peluit untuk arbitrator/alat tulis
  7. Seragam wasit/juri
    • Baju putih
    • Celana abu-abu
    • Dasi merah
    • Sepatu karet hitam tanpa sol
  8. Papan nilai/n scoring board
  9. Administrasi pertandingan
  10. bendera merah & biru untuk juri
  11. Peluit untuk wasit
Tambahan: Khusus untuk Kyokushin, pelindung yang dipakai hanyalah pelindung selangkangan untuk kontestan putra. Sedangkan pelindung yang lain tidak diperkenankan.

Falsafah Karate

Rakka (Bunga yang berguguran)
Ini adalah konsep bela diri atau pertahanan di dalam karate. Penjabarannya setiap teknik pertahanan itu perlu dilakukan dengan bertenaga dan mantap, walau dengan menggunakan satu teknik pun sudah cukup untuk membela diri sehingga diumpamakan jika teknik itu dilakukan ke atas pohon, maka semua bunga dari pohon tersebut akan jatuh berguguran. Contohnya jika ada orang menyerang dengan memukul muka, maka seorang karateka dapat menggunakan teknik menangkis atas. Sekiranya tangkisan atas itu cukup kuat dan mantap, sang karateka dapat mematahkan tangan lawan yang memukul itu. Dengan itu tidak perlu lagi membuat serangan susulan pun sudah cukup untuk membela diri.
Mizu No Kokoro (Minda itu seperti air)
Konsep ini bermaksud bahwa untuk tujuan bela diri, minda (pikiran) perlulah dijaga dan dilatih agar selalu tenang. Apabila minda tenang, maka mudah untuk pengamal bela diri untuk mengelak atau menangkis serangan. Minda itu seumpama air di danau. Bila bulan mengambang, kita akan dapat melihat bayangan bulan dengan terang di danau yang tenang. Sekiranya dilontar batu kecil ke danau tersebut, bayangan bulan di danau itu akan kabur.

Aliran Karate

Seperti telah disinggung diatas, ada banyak aliran Karate di Jepang, dan sebagian dari aliran-aliran tersebut sudah masuk ke Indonesia.
Adapun ciri khas dan latar belakang dari berbagai aliran Karate yang termasuk dalam "4 besar JKF" adalah sebagai berikut:

Shotokan

Shoto adalah nama pena Gichin Funakoshi, Kan dapat diartikan sebagai gedung/bangunan - sehingga shotokan dapat diterjemahkan sebagai Perguruan Funakoshi. Gichin Funakoshi merupakan pelopor yang membawa ilmu karate dari Okinawa ke Jepang. Aliran Shotokan merupakan akumulasi dan standardisasi dari berbagai perguruan karate di Okinawa yang pernah dipelajari oleh Funakoshi. Berpegang pada konsep Ichigeki Hissatsu, yaitu satu gerakan dapat membunuh lawan. Shotokan menggunakan kuda-kuda yang rendah serta pukulan dan tangkisan yang keras. Gerakan Shotokan cenderung linear/frontal, sehingga praktisi Shotokan berani langsung beradu pukulan dan tangkisan dengan lawan.

Goju-ryu

Goju memiliki arti keras-lembut. Aliran ini memadukan teknik keras dan teknik lembut, dan merupakan salah satu perguruan karate tradisional di Okinawa yang memiliki sejarah yang panjang. Dengan meningkatnya popularitas Karate di Jepang (setelah masuknya Shotokan ke Jepang), aliran Goju ini dibawa ke Jepang oleh Chojun Miyagi. Miyagi memperbarui banyak teknik-teknik aliran ini menjadi aliran Goju-ryu yang sekarang, sehingga banyak orang yang menganggap Chojun Miyagi sebagai pendiri Goju-ryu. Berpegang pada konsep bahwa "dalam pertarungan yang sesungguhnya, kita harus bisa menerima dan membalas pukulan". Sehinga Goju-ryu menekankan pada latihan SANCHIN atau pernapasan dasar, agar para praktisinya dapat memberikan pukulan yang dahsyat dan menerima pukulan dari lawan tanpa terluka. Goju-ryu menggunakan tangkisan yang bersifat circular serta senang melakukan pertarungan jarak rapat.

Shito-ryu

Aliran Shito-ryu terkenal dengan keahlian bermain kata terbukti dari banyaknya kata yang diajarkan di aliran Shito-ryu, yaitu ada 30 sampai 40 kata, lebih banyak dari aliran lain. Namun yang tercatat di soke/di Jepang ada 111 kata beserta bunkainya. Sebagai perbandingan, Shotokan memiliki 25, Wado memiliki 17, Goju memiliki 12 kata. Dalam pertarungan, ahli Karate Shito-ryu dapat menyesuaikan diri dengan kondisi, mereka bisa bertarung seperti Shotokan secara frontal, maupun dengan jarak rapat seperti Goju.

Wado-ryu

Wado-ryu adalah aliran Karate yang unik karena berakar pada seni beladiri Shindo Yoshin-ryu Jujutsu, sebuah aliran beladiri Jepang yang memiliki teknik kuncian persendian dan lemparan. Sehingga Wado-ryu selain mengajarkan teknik Karate juga mengajarkan teknik kuncian persendian dan lemparan/bantingan Jujutsu. Di dalam pertarungan, ahli Wado-ryu menggunakan prinsip Jujutsu yaitu tidak mau mengadu tenaga secara frontal, lebih banyak menggunakan tangkisan yang bersifat mengalir (bukan tangkisan keras), dan kadang-kadang menggunakan teknik Jujutsu seperti bantingan dan sapuan kaki untuk menjatuhkan lawan. Akan tetapi, dalam pertandingan FORKI dan JKF, para praktisi Wado-ryu juga mampu menyesuaikan diri dengan peraturan yang ada dan bertanding tanpa menggunakan jurus-jurus Jujutsu tersebut.
Sedangkan aliran Karate lain yang besar walaupun tidak termasuk dalam "4 besar JKF" antara lain adalah:

Kyokushin

Kyokushin tidak termasuk dalam 4 besar Japan Karatedo Federation. Akan tetapi, aliran ini sangat terkenal baik di dalam maupun di luar Jepang, serta turut berjasa memopulerkan Karate di seluruh dunia, terutama pada tahun 1970an. Aliran ini didirikan oleh Sosai Masutatsu Oyama. Nama Kyokushin mempunyai arti kebenaran tertinggi. Aliran ini menganut sistem Budo Karate, dimana praktisi-praktisinya dituntut untuk berani melakukan full-contact kumite, yakni tanpa pelindung, dan menyerang secara frontal, untuk mendalami arti yang sebenarnya dari seni bela diri karate serta melatih jiwa/semangat keprajuritan (budo), aliran ini juga sering dikenal sebagai salah satu aliran karate paling keras. Tidak seperti kebanyakan aliran karate yang sudah berfokus pada olahraga, dimana dalam pertandingannya menerapkan sistem tidak kontak langsung dan hasil yang ditentukan oleh poin, Kyokushin masih berpegang teguh pada sistem tradisional, terlihat dari sistem pertandingan kumite pada kejuaraan Kyokushin yang menerapkan pertarungan full contact dan boleh membuat Knock Out (KO) lawan. Aliran ini menerapkan hyakunin kumite (kumite 100 orang) sebagai ujian tertinggi, dimana karateka diuji melakukan 100 kumite berturut-turut tanpa kalah. Sosai Oyama sendiri telah melakukan kumite 300 orang. Adalah umum bagi praktisi aliran ini untuk melakukan 5-10 kumite berturut-turut.

Shorin-ryu

Aliran ini adalah aliran Karate yang asli berasal dari Okinawa. Didirikan oleh Shoshin Nagamine yang didasarkan pada ajaran Yasutsune Anko Itosu, seorang guru Karate abad ke 19 yang juga adalah guru dari Gichin Funakoshi, pendiri Shotokan Karate. Dapat dimaklumi bahwa gerakan Shorin-ryu banyak persamaannya dengan Shotokan. Perbedaan yang mencolok adalah bahwa Shorin-ryu juga mengajarkan bermacam-macam senjata, seperti Nunchaku, Kama dan Rokushaku Bo.

Uechi-ryu

Aliran ini adalah aliran Karate yang paling banyak menerima pengaruh dari beladiri China, karena pencipta aliran ini, Kanbun Uechi, belajar beladiri langsung di provinsi Fujian di China. Oleh karena itu, gerakan dari aliran Uechi-ryu Karate sangat mirip dengan Kungfu aliran Fujian, terutama aliran Baihequan (Bangau Putih).

Kamis, 23 November 2017

Kowad  
(Korps Wanita Angkatan darat) adalah Wanita Indonesia yang telah memenuhi beberapa persyaratan sehingga dapat dilantik untuk menjadi prajurit TNI-AD, diamana untuk nenjadi seorang Kowad harus melalui beberapa  tahap seleksi diantaranya Kesehatan, Kesemaptaan, MI, Fisiko, Keswa dan Postur.Tidak semua wanita di indonesia bisa bergabung dalam lingkungan militer, karena untuk menjadi kowad tidak segampang kita membalikan telapak tangan. Kata “KOWAD” mungkin belum terlalu asing untuk didengar khususnya didaerah-daerah pinggiran atau terpencil tapi tidak menutup kemungkinan 10 atau 20 tahun kedepan kowad akan dikenal keseluruh penjuru baik itu dikota-kota besar sampai dengan desa-desa yang belum mengenal listrik……
saya masih sering mendengar pertanyaan  “Apa itu Kowad?” lalu  dijawab “Tentara perempuan”…..
Dari pertanyaan dan jawaban diatas bisa kita ambil kesimpulan bahwa tidak dipungkiri kalau Kowad belum dikenal semua orang, lain halnya dengan tentara pria cukup dengan satu kata “Tentara” orang bisa langsung  membayangkan bahwa Tentara itu adalah laki-laki perkasa yang memakai baju loreng lengkap dengan senjata yang berisi munisi di pinggang.
Pusat Pendidikan kowad ada dilembang, setelah calon kowad dinyatakan telah memenuhi syarat mereka harus melalui pendidikan diamana calon kowad akan dibina dan dibentuk dari pribadi sipil menjadi militer yang siap menjalankan tugas dan harus siap ditempatkan dimana saja walaupun itu bertentangan dengan keinginan dan harus tetap dilaksanakan dengan hati yang dongkol. Pendidikan yang dilaksanakan di Pusdik Kowad 99 % sama dengan pendidikan yang dilaksanakan tentara pria mulai dari merayap, jungkir, guling,  jalan jongkok, binsik (pagi,siang,sore,malam) naik turun gunung, halang rintang, menembak, menyebrangi sungai yang arusnya sangat deras hanya dengan menggunakan seuntai tali, makan (Pagi,siang,malam)  harus habis dalam hitungan ke tiga, latihan berganda menjelang penutupan pendidikan dan masih banyak lagi kegiatan lain yang kalau diceritakan secara detail akan memakan waktu yang cukup lama.

Pendidikan Yang Dilaksanakan

  • Dikmapa
  • Diktukpa
  • Dikmaba
  • Susba Etprot
Halaman Depan Mako Pusdik Kowad
Dankodiklatad Tutup Pendidikan Dikmaba PK Kowad Tahap I
Pendidikan Dikmaba PK Kowad diikuti sebanyak 84 orang

Komandan


Komandan Pusdikowad Puskowad Kobangdiklat (1961 - 1979)

  1. Kolonel Inf Suryodiono (1961-1963)
  2. Letkol Inf H. Nastap S (1963-1967)
  3. Letkol Inf Prawiro Suseno (1967-1972)
  4. Mayor Caj (K) Ny. Arismiyati Nasution (1972-1973)
  5. Kapten Caj (K) Wigati (1973-1975)
  6. Mayor Caj (K) Ny. Ea Djuarti ES (1975-1978)
  7. Mayor Caj (K) Ny. Sri Hastuti Z (1978-1979)

Komandan Satri & Komandan Sekoawad (1979 - 1997)

  1. Letkol Caj (K) Eklefiena Hehahia (Dirdiklat Puskowad selaku Dansatminkal Sekowad)
  2. Mayor Cpm (K) Ny. Windarsih (1979-1983)
  3. Mayor Caj (K) Rosmala Dewi (1983-1985)
  4. Mayor Caj (K) Woro Maemunah (1985-1993)
  5. Mayor Caj (K) Hj. Rosmini Ria (1993-1995)

Komandan Pusdik Kowad Kodiklat TNI AD (1997 - Sekarang)

  1. Kolonel Caj (K) Kartini Hermanus (1995-2000)
  2. Kolonel Caj (K) Dra. Sri Parmini, MM (2000-2003)
  3. Kolonel Chk (K) Theresia S. Abraham, SH (2003-2004)
  4. Kolonel Caj (K) Hastuti Sari Sukapti, SH (2004-2010)
  5. Kolonel Caj (K) Dra. Siti Harsanah, MM (2010-2013)
  6. Kolonel Caj (K) Dra. Ning Rahayu (2013-2015)
  7. Kolonel Chk (K) Tetty Melina, S.H., M.H., (2015-Sekarang)
 Persyaratan Umum :
Warga Negara Republik Indonesia.
Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar tahun 1945.
Berumur sekurang-kurangnya 18 tahun dan setinggi-tingginya 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan tanggal 25 November 2013 untuk Gelombang II.
Sehat jasmani dan rohaniserta tidak berkacamata.
Tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
Tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Polri (dilengkapi saat calon mengikuti pemeriksaan Psikologi).

Persyaratan Lain :
Wanita bukan anggota/mantan prajurit TNI/Polri atau PNS TNI
Lulusan minimal SMP / Tsanawiyah atau yang setara baik negeri atau swasta yang disamakan/terakreditasi.
Belum pernah kawin dan sanggup tidak kawin selama dalam pendidikan pertama dan 2 tahun setelah diangkat menjadi prajurit.
Memiliki tinggi badan sekurang-kurangnya 163 Cm serta memiliki berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku.
Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 7 tahun.
Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Harus ada surat persetujuan dari orang tua/wali. Bagi calon yang menggunakan wali agar diisi keterangan sesuai dengan yang menjadi wali yaitu : Bapak tiri/Kakak/Paman/Bibi dengan meneliti KTP orang tua/wali (sesuai Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Skep/57/II/2003 tanggal 24 Februari 2003). Surat persetujuan orang tua yang menggunakan perwalian dapat ditetapkan oleh kecamatan setempat.
Harus mengikuti pemeriksaan/pengujian yang diselenggarakan oleh panitia penerimaan yang meliputi.:
Administrasi.
Kesehatan.
Jasmani.
Wawancara.
Psikologi.

Persyaratan Tambahan
Bagi yang memperoleh ijazah dari negara lain, harus mendapat pengesahan dari Kemendikbud.
Tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat.

Bagi yang sudah bekerja :
Melampirkan surat persetujuan/ijin dari kepala dinas/jawatan/Instansi yang bersangkutan.
Bersedia diberhentikan dari status pegawai, bila diterima menjadi Tamtama PK TNI AD.
Bersedia mentaati peraturan bebas KKN baik langsung maupun tidak langsung dan apabila terbukti secara hukum melanggar sebagaimana yang dimaksud maka bersedia dinyatakan tidak lulus dan atau dikeluarkan dari Dikma jika pelanggaran tersebut diketemukan dikemudian hari pada saat mengikuti pendidikan pertama.
Setelah selesai dengan pendaftaran dan penerimaan gelombang I kali ini TNI AD kembali mengeluarkan pengumuman tentang penerimaan calon KOWAD TNI AD 2013 gelombang II.

Bagi yang belum sempat mendaftar pada gelombang I anda bisa mendaftar pada gelombang II. 



Pusat Pendidikan Kowad ada di Lembang, setelah calon Kowad dinyatakan telah memenuhi syarat mereka harus melalui pendidikan diamana calon kowad akan dibina dan dibentuk dari pribadi sipil menjadi militer yang siap menjalankan tugas dan harus siap ditempatkan dimana saja walaupun itu bertentangan dengan keinginan dan harus tetap dilaksanakan dengan hati yang dongkol.


Pendidikan yang dilaksanakan di Pusdik Kowad 99 % sama dengan pendidikan yang dilaksanakan tentara pria mulai dari merayap, jungkir, guling,  jalan jongkok, binsik (pagi,siang,sore,malam) naik turun gunung, halang rintang, menembak, menyebrangi sungai yang arusnya sangat deras hanya dengan menggunakan seuntai tali, makan (Pagi, siang, malam) harus habis dalam hitungan ke tiga, latihan berganda menjelang penutupan pendidikan dan masih banyak lagi kegiatan lain.



Sebelum menjadi anggota Kowad, para calon Kowad harus menjalani test Kesegaran Jasmani. Test Kesegaran Jasmani ini diikuti oleh peserta calon Bintara PK Kowad sebelum melaksanakan test kesemaptaan jasmani para calon diwajibkan mengikuti pengecekan kesehatan, bagi yang tidak memenuhi persaratan yang diharuskan, peserta calon tidak diikutkan untuk melaksanakan kesemaptaan jasmani. Adapun yang dilaksanakan dalam Tes Kesegaran Jasmani adalah Lari dengan waktu selama 12 menit, Chenning, Sit Up, Push Up masing-masing 1 menit dan shuttle run secepat-cepatnya.

Tes Kesegaran Jasmani merupakan salah satu syarat utama untuk menjadi Prajurit TNI AD. Disamping kesiapan mental, maka kesiapan secara fisik juga harus disiapkan agar dapat menjadi Prajurit TNI AD yang tangguh yang dapat mendukung tugas pokok TNI pada umumnya dan TNI AD pada khususnya.
 
 
 


SEJARAH FISIOTERAPI DUNIA DAN

INDONESIA

SITI KHOTIMAH, SST.Ft.,M.Fis
Mata Kuliah Konsep Fisioterapi
Prodi Fisioterapi D3 Unrio Yogyakarta

TA Gasal 2017-2018
CAPAIAN PEMBELAJARAN

• Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa
mampu menguasai konsep teori sejarah
fisioterapi Indonesia dan Dunia
SEJARAH FISIOTERAPI

(Jenny Pynt dkk. , WCPT Board, 2009)

• Fisioterapi tradisional, Mesir, 2500 BCE
MASA 1880-1913

“Medical Massage”/the massage era
• Massage therapy berkembang di eropa
(commonwealth) yang menggunakan model
Brithish yang berbasis pada ilmu anatomi,
physiology dan basics science yang diajarkan
oleh dokter
• Massage dilakukan di hospital dan sering kali
digabungkan dengan gymnastic dan
electroterapi.
MASA 1880-1913

“Medical Massage”/the massage era
• Massage therapy berkembang di eropa
(commonwealth) yang menggunakan model
Brithish yang berbasis pada ilmu anatomi,
physiology dan basics science yang diajarkan
oleh dokter
• Massage dilakukan di hospital dan sering kali
digabungkan dengan gymnastic dan
electroterapi.
MASA 1914-1945

THE PERIPERAL NEUROMUSCULOSCELETAL

DISFUNCTION

• Era ini adalah era setelah perang dunia kedua,
dimana para Fisioterapis mulai banyak terlibat
pada pemulihan para korban perang yang banyak
mengalami problem ortopedik dan gangguan
saraf tepi.
• Saat itu Fisioterapis makin banyak terlibat dalam
bidang ortopedi dan berkembanglah hidroterapi
dan elektro terapi.
• Pendekatan pasif (Massage) berubah menjadi
aktif (excercise)
MASA 1914-1945

THE PERIPERAL NEUROMUSCULOSCELETAL

DISFUNCTION

• Penelitian pertama Fisioterapi di publikasikan pada Maret 1921
dalam PT (Physiotherapy) review sehingga membantu tersebarnya
ilmu fisioterapi.
• Pada tahun yang sama Mary McMillan membentuk Physical
Therapy association (sekarang disebut American Physical Therapy
Association atau disingkat APTA) di tahun 1924
• Georgia Warm Springs Foundation mempromosikan fisioterapi
sebagai perawatan terhadap penyakit polio.
• Perawatan sampai tahun 1940 terutama semata terdiri dari latihan,
pijatan, dan traksi.
• Prosedur manipulatif pada tulang belakang dan sendi ekstremitas
mulai untuk dipraktekkan, terutama di negara-negara
persemakmuran Inggris pada awal tahun 1950-an

MASA 1946-1980

“the Neurological era”/
Neurological Dysfunction

• Masa ini mulai berkembang ketika penyakit gangguan
CNS (Central Nervus System) mulai banyak terjadi,
kasus maraknya poliomyelitis menjadi perhatian
setelah dilakukannya vaksin.
• Para penderita harus survive dan banyak berdatangan
ke Fisioterapi
• Pendekatan Elektro terapi makin berkembang,
munculnya PNF, MRP, NDT)
• Pada masa ini manual terapi juga menjadi dasar
penting dalam praktik Fisioterapi baik di rumah sakit
maupun privat (cyriax, Mitland, Mc Kenzie)

MASA 1946-1980

“the Neurological era”/ Neurological Dysfunction

• Pada tahun 1951, WCPT (World Confederation for Physical Therapy) dibentuk oleh 11
negara anggota yaitu Australia, Canada, Denmark, Finland, Great Britain, New Zealand,
Norway, South Africa, West Germany, Sweden and the United States of America.
• Pada dekade berikutnya, fisioterapis memulai bergerak ke praktik diluar rumah sakit dan
pada rawat jalan klinik bedah tulang, sekolah negeri, universitas, pengaturan berkenaan
dengan geriatri (fasilitas keterampilan merawat), pusat rehabilitasi, rumah sakit,dan pusat
medis.
• Spesialisasi untuk fisioterapi di US terjadi tahun 1974, pada bidang Orthopedic dari APTA
untuk fisioterapis yang mengkhususkan spesialisasi di Orthopedic.
• Di tahun yang sama, International Federation of Orthopedic Manipulative Therapy
dibentuk, yang telah memainkan suatu peran penting di dalam mempercepat therapy
manual yang diseluruh dunia yang pernah ada.
• Fisioterapi berkembang karena organisasi profesi dunia dan di masing masing negara.
• Sampai saat ini fisioterapi terbagi ke beberapa bidang spesialisasi karena ilmunya yang luas
spesialisasi itu meliputi cardiopulmonary, geriatric, neurogical, ortopedik, pediatric, dan
integrument.
• Pada tahun 2001 anggota WCPT sudah mencapai 106 organisasi member dan lebih dari
350.000 anggota.

Fisioterapi upaya kesehatan modern,

pelayanan baku dalam sistem pelayanan kesehatan (rumah sakit),

Chartered Society of Physiotherapy, London, 1894,

1981- Sekarang
“Movement Era”

• Berkembangnya Manual terapi Proses
Fisioterapi mulai diperkenalkan (
Examinatiaon< evaluation, diagnosis,
prognosis, intervention dan re-examination
and assesment of outcomes) dan menjadi
standar dalam praktik Fisioterapi.
• Penekanan pada evidence based practice
KEBUTUHAN MASYARAKAT
AKAN PELAYANAN FISIOTERAPI

• WHO membantu tenaga/ahli : Orthpaedi, Fisioterapi dan
Orthotik-Prosthetik, Prof. Dr. R. Soeharso, menyantuni para
cacad korban korban revolusi fisik kemerdekaan NKRI, Solo,
th.1952.

• WHO membantu pendirian Sekolah Asisten Fisioterapi th. 1954.
Pelayanan fisioterapi berkembang sebagai yan kes baku di
seluruh RS Indonesia, th.1957.
• Kebutuhan masyarakat akan pelayanan fisioterapi meningkat
akibat fenomena transisi epidemiologi – demografi, kebutuhan
sehat bugar - produktif. (keberhasilan orde baru).
TIDAK BERGERAK ‘MATI’
KURANG BERGERAK ‘SAKIT’

INGIN SEHAT??

BERGERAK BERSAMA FISIOTERAPI!!!!!

5 September 2017

TERIMA KASIH



Taekwondo

Taekwondo.svg
Italian Taekwondo Championships 2013.jpg
Pertandingan perdebatan Federasi Dunia Taekwondo
Fokus Menyerang
Negara asal Korea
Pencipta Upaya berkolaborasi dengan perwakilan dari sembilan, kwans asli. Nama Taekwondo disarankan oleh Choi Hong Hi dari Oh Do Kwan.







Nama Korea
Hangeul  태권도
Hanja 跆拳道
Alih Aksara yang Disempurnakan Taegwondo
McCune–Reischauer T'aegwŏndo
Taekwondo (juga dieja Tae Kwon Do atau Taekwon-Do) adalah seni bela diri asal Korea yang juga sebagai olahraga nasional Korea. Ini adalah salah satu seni bela diri populer di dunia yang dipertandingkan di Olimpiade.
Dalam bahasa Korea, hanja untuk Tae berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan Do berarti "jalan" atau "seni". Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan". Popularitas taekwondo telah menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olahraga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat.
Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai organisasi taekwondo, seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang dilakukan dari suatu sikap bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan kekuatan kaki yang lebih besar untuk melumpuhkan lawan dari kejauhan. Dalam suatu pertandingan, tendangan berputar, 45 derajat, depan, kapak dan samping adalah yang paling banyak dipergunakan; tendangan yang dilakukan mencakup tendangan melompat, berputar, skip dan menjatuhkan, seringkali dalam bentuk kombinasi beberapa tendangan. Latihan taekwondo juga mencakup suatu sistem yang menyeluruh dari pukulan dan pertahanan dengan tangan, tetapi pada umumnya tidak menekankan grappling (pergulatan).

Tiga materi dalam latihan

  • Poomsae atau rangkaian jurus adalah rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri, yang dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan poomse didasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.
  • Kyokpa atau teknik pemecahan adalah latihan teknik dengan memakai sasaran/objek benda mati, untuk mengukur kemampuan dan ketepatan tekniknya. Obyek sasaran yang biasanya dipakai antara lain papan kayu, batu bata, genting, dan terkadang menggunakan benda yang lembut seperti kertas. Teknik tersebut dilakukan dengan tendangan, pukulan, sabetan, bahkan tusukan jari tangan.
  • Kyorugi atau pertarungan adalah latihan yang mengaplikasikan teknik gerakan dasar atau poomse, dimana dua orang yang bertarung saling mempraktikkan teknik serangan dan teknik pertahanan kaki.

Filosofi sabuk pada Taekwondo

  • Putih melambangkan kesucian, awal/dasar dari semua warna, permulaan. Di sini para taekwondoin mempelajari jurus dasar (gibon) 1
  • Kuning melambangkan bumi, disinilah mulai ditanamkan dasar-dasar TKD dengan kuat.Mempelajari gibon 2 dan 3. Sebelum naik sabuk hijau biasanya naik ke sabuk kuning strip hijau terlebih dahulu.
  • Hijau melambangkan hijaunya pepohonan, pada saat inilah dasar TKD mulai ditumbuhkembangkan.(mempelajari taeguk 2). Sebelum naik ke sabuk biru biasanya naik ke sabuk hijau strip biru terlebih dahulu.
  • Biru melambangkan birunya langit yang menyelimuti bumi dan seisinya,memberi arti bahwa kita harus mulai mengetahui apa yang telah kita pelajari.(mempelajari taeguk 4). Sebelum naik sabuk merah biasanya naik ke sabuk biru strip merah terlebih dahulu.
  • Merah melambangkan matahari artinya bahwa kita mulai menjadi pedoman bagi orang lain dan mengingatkan harus dapat mengontrol setiap sikap dan tindakan kita.(mempelajari taeguk 6). Sebelum naik sabuk hitam, biasanya naik ke sabuk merah strip dua dan merah strip satu dahulu. Maksud dari matahari adalah tingkaran di mana seorang sabuk merah memberi kehangatan atau dalam arti denotasi mulai memberi ilmu atau bimbingan.
  • Hitam melambangkan akhir, kedalaman, kematangan dalam berlatih dan penguasaan diri kita dari takut dan kegelapan. Hitam memiliki tahapan dari Dan 1 hingga Dan 9. Juga melambangkan alam semesta.

Istilah dalam Taekwondo

  1. Sabeum = Instruktur
  2. Sabeum Nim = Instruktur Kepala
  3. Seonbae = Senior
  4. Hubae = Junior
  5. Tae Kwon Do Junshin = Prinsip Ajaran Tae Kwon Do
  6. Muknyeom = Meditasi
  7. Kihap = Berteriak dari dalam perut
  8. Dobok = Seragam Tae Kwon Do
  9. Ti = Sabuk Latihan
  10. Wen = Kiri
  11. Oreon = Kanan
  12. Sijak = Mulai
  13. Kalryeo = Stop (Sementara)
  14. Keysok = Lanjutkan
  15. Keuman = Selesai
  16. A Nee = Tidak
  17. Yee = Ya
  18. Eolgol = Sasaran atas (Kepala)
  19. Moumtong = Sasaran tengah (Badan/Ulu Hati)
  20. Arae = Sasaran bawah (Pinggang kebawah)
  21. Kyungrye = Hormat
  22. Chariot = Mempersiapkan Diri
  23. Joon Bi = Istirahat
  24. Agam So = Istirahat dengan Tangan Dibelakang
  25. Nici = Sekian
  26. Belci Ki Manisi = Tempat Istirahat
  27. Menicip = Pengawas Taekwondo
  28. Dobeon = Dua Kali
  29. Sambeon = Tiga Kali
  30. Illjang = Satu
  31. Yeejang = Dua
  32. Samjang = Tiga
  33. Sahjang = Empat
  34. Ohjang = Lima
  35. Yukjang = Enam
  36. Chiljang = Tujuh
  37. Paljang = Delapan

Bagian-bagian tubuh

Bagian-bagian tubuh yang menjadi sasaran (Keup So)

1. Eolgol (Bagian Atas/Kepala/Muka) Bagian ini meliputi tulang belikat, wajah, kepala, dagu, jakun, tulang di antara mata, bagian atas dan bawah bibir.
2. Momtong (Bagian Tengah/Badan) Bagian ini meliputi perut, ulu hati, rusuk / tulang iga, serta dibawah tulang rusuk dimana ginjal terletak di dalamnya.
3. Are (Bagian Bawah) Bagian ini meliputi pusar ke bawah, yaitu rongga bawah perut, selangkangan, paha bagian dalam, dan kemaluan.

Bagian-bagian tubuh yang digunakan untuk menyerang dan bertahan

  1. Kepala (Eolgol)
  2. Tangan (Son)
  3. Lengan (Pal)
  4. Siku Tangan (Pal Kup)
  5. Punggung Kaki (Bal Deng)
  6. Kaki Bagian Depan (Ap Chuk)
  7. Lutut (Mooreup)

Seogi (kuda-kuda)

Sikap kuda-kuda dibagi tiga yaitu:
  1. Neolpyo Seogi (sikap kuda-kuda terbuka)
  2. Moa Seogi (sikap kuda-kuda tertutup)
  3. Teuksu Poom Seogi (sikap kuda-kuda khusus)
  4. Ap Seogi (Sikap Kuda-Kuda Jalan)

Kuda-kuda Terbuka

  • Naranhi Seogi (Sikap Sejajar)
  • Jochoom Seogi (Sikap Duduk)
  • Ap Seogi (Sikap Jalan Pendek)
  • Ap Koobi Seogi (Sikap Jalan Panjang)
  • Dwit Koobi Seogi (Sikap Kuda-Kuda L)
  • Beom Seogi (Sikap Kuda-Kuda Harimau)

Kuda-kuda tertutup

  • Moa Seogi (Sikap Kuda-Kuda Tertutup)
  • Dwi/Ap Koa Seogi (Sikap Kuda-Kuda Kaki Menyilang)

Sikap kuda-kuda khusus

  • Kibon Junbi Seogi (Sikap Kuda-Kuda Siap)
  • Bojumeok Junbi Seogi (Sikap Kuda-Kuda Siap dengan Menutup Kepalan)

Pukulan, sabetan, tusukan, tendangan, dan tangkisan

Pukulan

  • Yeop Jireugi = Pukulan Samping
  • Chi Jireugi = Pukulan Dari Bawah Keatas
  • Dolryeo Jireugi = Pukulan Mengait
  • Pyojeok Jireugi = Pukulan dengan Sasaran
  • Momtong Jireugi = Pukulan Mengarah ke Tengah (Pukulan Mengarah ke Ulu Hati)
  • Are Jireugi = Pukulan ke Bawah
  • Oreon Jireugi= Pukulan Dengan Tangan Kanan Yang Dilakukan Sambil Menendang (Ap Chagi)
  • Eolgol Jirugi = Pukulan ke Atas (Pukulan Mengarah ke Kepala)
  • Sambion Jireugi = Pukulan Ke Bawah,Perut,Dan Kepala

Sabetan

  • Han Sonnal Mok Chigi = Sabetan dengan Pisau Tangan
  • Jebipoom Mok Chigi = Sabetan dari Luar ke Dalam dengan Tangkisan Pisau Tangan
  • Me Jumeok Naeryo Chigi = Sabetan dari Atas ke Bawah
  • Dung Jumeok Eolgul Ap Chigi = Sabetan Depan dengan Bonggol Atas Kepalan dengan Sasaran Atas
  • Palkup Dollyo Chigi = Sabetan Memutar dengan Siku Tangan
  • Palkup Pyojeok Chigi = Sabetan Siku Tangan dengan Sasaran
  • Mureup Chigi = Sabetan dengan Lutut
  • Deung Jumeok Bakkat Chigi = Sabetan dari Dalam ke Luar dengan Bonggol Atas Kepalan

Tusukan

  • Pyeonsonkeut Sewo Chireugi = Tusukan dengan Telapak Tangan Tegak
  • Pyeonsonkeut Upeo Chireugi = Tusukan dengan Telapak Tangan Mendatar
  • Kawison Keut Chireugi = Tusukan dengan 2 Jari ke Arah Mata
  • Hanson Keut Chireugi = Tusukan dengan 1 Jari ke Arah Mata

Tendangan

  • Ap Chagi = Tendangan depan menggunakan kaki depan
  • Dollyo Chagi = Tendangan Menggunakan Punggung Kaki
  • Yeop Chagi = Tendangan samping menggunakan pisau kaki
  • Dwi Chagi = Tendangan belakang
  • Twieo Ap Chagi = Tendangan depan yang dilakukan sambil melompat
  • Twieo Dwi Chagi = Tendangan belakang yang dilakukan sambil melompat
  • Twieo Yeop Chagi = Tendangan samping yang dilakukan sambil melompat
  • Dubal Dangsang Chagi = Tendangan dengan dua target sasaran
  • Goley / Narray Chagi = Tendangan ganda
  • Sip Chagi An Chagi = Tendangan yang dilakukan sambil melompat dan tangkisan aremaki
  • Penriyti Chagi = Tendangan keliling.
  • Dwi Huryeo Chagi = Tendangan berputar melalui belakang.
  • Deol Chagi = Tendangan mencangkul ke arah kepala menggunakan tumit
  • Aidan Dollyo Chagi =Tendangan Menggunakan Kaki Depan Ke Arah Perut

Tangkisan

  • Are Maki = Tangkisan ke arah bawah untuk menangkis tendangan
  • Eolgol Makki = Tangkisan ke arah kepala
  • Momtong Bakat Makki = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian dalam lengan bawah.
  • Momtong An Makki = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian luar lengan bawah.
  • An Makki = Tangkisan dari arah luar.
  • Bina Makko An Makki = Tangkisan yang dimulai dari lengan bawah dan saat masuk ke dalam harus melalui lengan atas
  • An Palmok Momtong Bakkat Makki = Tangkisan ke arah lengan bawah
  • Momtong An Makki = Tangkisan ke tengah dari luar ke dalam
  • Momtong Bakkat Makki = Tangkisan ke tengah dari dalam ke luar
  • Sonnal Momtong Makki = Tangkisan ke tengah dengan pisau tangan
  • Batang Son Momtong An Makki = Tangkisan ke tengah dari luar dengan bantalan telapak tangan
  • Kawi Makki = Tangkisan menggunting
  • Sonnal Bitureo Makki = Tangkisan melintir dengan satu pisau tangan
  • Hecho Makki = Tangkisan ganda ke luar
  • Eotgoreo Arae Makki = Tangkisan silang ke arah bawah
  • Wesanteul Makki = Tangkisan ganda memotong arah bawah dan ke luar

Minggu, 12 November 2017

Cukup tau 
Ketika seseorang merasakan sesuatu yang tidak bisa ditahan lagi apa yang akan anda lakukan kebanyakan orang pasti curhat dengan pasangannya atau dengan temannya tapi sayang nya kebanyakan dari mereka hanya ingin tau bukan karena mereka peduli ya itu lah mengapa sebagian orang lebih memilih untuk menyimpan perasaannya seorang diri. Dan ketika engkau mempunyai rasa kepada seseorang namun seseorang itu peka terhadap kamu apa yang kamu lakukan pastinya senang dong ya sangat sangat senang dan apa yang anda lakukan jika ternyata seseorang itu memiliki pasangan pasti nya anda menjauh dong ya iya cukup tau diri saja dan ketika kamu ingin menjauh seakan ia memberi perhatian banyak apa yang akan anda lakukan ya cukup tau diri saja ingat lakukan apa yang ia mau tapi jangan berikan apa yang ia inginkan. Mereka saling memiliki rasa dan kamu bisa apa selain merelakan ya tidak ya iya dong jangan terlalu memprioritaskan orang kebanyakan orang yang diprioritaskan buat kecewa iya tidak ya iya dong. Kita dilahirkan sendiri, kita hidup sendiri, kita mati sendiri. Hanya dengan melalui sebuah Cinta dan pertemanan kita bisa membuat ilusi bahwa kita tidak sendiri di dunia ini. Setiap hari kamu buat skenario dalam pikiranmu tentang dia ahhh sudah lah itu hanya buang-buang waktu itu tidak akan pernah terjadi orang yang kuat hatinya bukan mereka yang tidak pernah menangis, melainkan mereka yang tetap tegar dalam menghadapi masalahnya. Apakah kamu pernah merasa menjadi orang yang paling dipedulikan. Namun ternyata kamu hanyalah salah satu diantara mereka yang diperlakukan sama olehnya. Pura-pura bahagia juga perlu tenaga loh. Jadi oke cukup tau diri saja. ✌

Kyn 12 nov 2017